PERENCANAAN PEMETAAN JALUR EVAKUASI DAN PENENTUAN TITIK KUMPUL (ASSEMBLY POINT) TERHADAP TANGGAP BENCANA DI TERMINAL BANDAR UDARA KELAS III TRUNOJOYO

Penulis

  • Lady Silk Moonlight Politeknik Penerbangan Surabaya
  • Vicky Dwi Cristianti Politeknik Penerbangan Surabaya
  • Moch. Rifai Politeknik Penerbangan Makassar
  • Wiwid Suryono Politeknik Penerbangan Surabaya
  • Meita Maharani Sukma Politeknik Penerbangan Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.46509/ajtk.v7i2.265

Abstrak

Bandar udara adalah area daerah tertentu di daratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan yang dimaksudkan seluruhnya atau sebagian untuk kedatangan, dan keberangkatan pesawat udara). Bandar Udara Trunojoyo yang mulai dibanguan Tahun 1970-an pada saat kepemimpinan Bupati Sumenep, Soemar’oem, awalnya hanya berupa Lapangan Terbang (Lapter). Bandara pertama di pulau Madura yang beroperasi sejak tahun 2010 itu sejatinya telah melayani beberapa penerbangan perintis. Fasilitas yang tersedia di Bandara Trunojoyo saat ini adalah dimensi landas pacu 1600 meter x 30 meter dan dua Apron (Apron A: 40 meter x 40 meter Apron B: 160 meter x 70 meter), serta gedung terminal seluas 3600 m2 meter dan gedung operasional seluas 480 m2. Pada Gedung Teminal Bandar Uara Kelas III Trunojoyo saat ini tidak memiliki rambu keselamatan jalur evakuasi yang dapat menunjukkan jalan keluar dan titik kumpul (Assembly Point) saat terjadi sebuah bencana. Maka, dilakukan penelitian untuk mencari alternatif jalur evakasi dan titik kumpul (Assemby Point) serta penerapan rambu keselamatan.

Kata Kunci: Pemetaan Jalur, Assembly Point, Perencanaan Jalur Evakuasi

Diterbitkan

2024-12-27

Cara Mengutip

Silk Moonlight, L., Dwi Cristianti, V., Rifai, M., Suryono, W. ., & Maharani Sukma, M. (2024). PERENCANAAN PEMETAAN JALUR EVAKUASI DAN PENENTUAN TITIK KUMPUL (ASSEMBLY POINT) TERHADAP TANGGAP BENCANA DI TERMINAL BANDAR UDARA KELAS III TRUNOJOYO. Airman: Jurnal Teknik Dan Keselamatan Transportasi, 7(2), 54–63. https://doi.org/10.46509/ajtk.v7i2.265