Analisis Manajemen Jaringan Penerbangan Transportasi Udara Indonesia (Studi Kasus : Membangun Infrastruktur Transportasi Ibu Kota Negara (IKN))
DOI:
https://doi.org/10.46509/ajtk.v7i1.449Abstrak
Jaringan transportasi udara di Bandara Sepinggan perlu dikembangkan, untuk merespon
kebutuhan peningkatan arus transportasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur mulai
tahun 2024 mendatang. IKN Nusantara berada di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan
Timur dimana bandara terdekat adalah SAM Sepinggan, yang jaraknya dua jam perjalanan darat dari
lokasi IKN. Dengan rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan, transportasi udara
di bandara ini diperkirakan akan mengalami peningkatan frekuensi penerbangan yang sangat signifikan
dalam dekade mendatang. Pemerintah Indonesia telah merencanakan pembangunan infrastruktur
penunjang bandara agar mobilitas operasional dari dan ke IKN Nusantara tersebut dapat lebih efisien.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang manajemen jaringan penerbangan transportasi udara untuk
mengoptimalkan layanan dan efisiensi operasional penerbangan di IKN.
Penelitian ini dilakukan dengan mixed method. Pertama, kami melakukan analisis rencana
perkembangan IKN sepuluh tahun ke depan untuk memahami kebutuhan dan tren transportasi udara di
IKN. Kedua, kami mengevaluasi infrastruktur dan fasilitas bandara yang ada di IKN untuk
mengidentifikasi kekurangan dan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi operasional. Ketiga, kami
mengumpulkan data, melakukan analisis dan modelling terhadap jaringan penerbangan domestik dan
internasional yang terhubung ke IKN, termasuk rute-rute yang baru dapat diimplementasikan dan faktorfaktor
yang mempengaruhi kinerja rute tersebut. Terakhir, kami menyajikan rekomendasi untuk
manajemen jaringan penerbangan transportasi udara di IKN selama sepuluh tahun ke depan, termasuk
pengembangan infrastruktur, kebijakan regulasi, dan strategi pengembangan rute.
Penelitian ini diharapkan memberikan masukan bagi pemerintah untuk merancang manajemen
jaringan penerbangan transportasi udara di IKN sepuluh tahun ke depan agar dapat diatur dengan baik
sehingga lebih optimal dan efisien di masa depan. Rekomendasi yang dihasilkan dapat membantu
pemerintah dan industri penerbangan dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan dan peluang yang
muncul dalam dekade mendatang.
