Study of Release Time 25 NM Runway 34 At Airnav Palangka Raya Branch

Penulis

  • Inda Tri Pasa Politeknik Penerbangan Medan
  • Liber Tommy Hutabarat Politeknik Penerbangan Medan
  • Rizny Restiana Politeknik Penerbangan Medan
  • Deby Ramadhini Fadril Politeknik Penerbangan Medan

DOI:

https://doi.org/10.46509/ajtk.v6i2.363

Kata Kunci:

Pelayanan, release time, runway occupancy time, separasi

Abstrak

Bandar Udara Tjilik Riwut memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan yaitu Aerodrome Control Tower (ADC) dan Approach Control Procedure (APP). Bandara ini merupakan salah satu bandara penghubung untuk bandara perintis yang ada disekitarnya. Dalam memberikan pelayanan, pendekatan utama yang digunakan untuk runway 34 adalah Instrument Landing System (ILS) dan straight in approach. Selama melaksanakan observasi di Airnav Cabang Palangka Raya, ditemukan sebuah permasalahan yang menimbulkan pendapat berbeda-beda antara ATC yaitu belum adanya pengkajian ulang terkait standar separasi yang tersedia dalam SOP akibat dari adanya penambahan apron baru. Berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Palangka Raya disebutkan bahwa pesawat udara yang akan berangkat dapat dijzinkan masuk landasan saat pesawat udara yang akan mendarat berjarak minimal        25 NM dari Threshold RWY, namun jarak tersebut dihitung dari north apron yang merupakan apron lama dari Bandar Udara Tjilik Riwut menuju RWY 34 sedangkan saat ini Bandar Udara Tjilik Riwut terdapat penambahan apron baru yaitu south apron sehingga perlu adanya pengkajian ulang apakah jarak 25 NM               bisa dijadikan sebagai acuan juga untuk memasukkan pesawat ke landasan apabila pesawat line up dari south apron. Dalam melaksanakan observasi, penulis mengumpulkan data pergerakan pesawat yang akan       berangkat dan yang akan mendarat menggunakan runway 34. Dari observasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa jarak 25 Nm masih layak untuk digunakan sebagai standar untuk memasukkan pesawat ke landasan. Dengan adanya penambahan apron tentu harus ada pengkajian ulang dalam Standar Operasional Prosedur (SOP). Kajian inilah yang diharapkan dapat membantu Airnav Cabang Palangka Raya dalam menentukan standar separasi untuk mengizinkan pesawat masuk landasan dan dengan adanya standar separasi tersebut, diharapkan para ATC dapat mewujudkan pelayanan lalu lintas yang aman dan efektif.

Unduhan

Diterbitkan

2023-12-31

Cara Mengutip

Pasa, I. T., Tommy Hutabarat, L., Restiana, R. ., & Ramadhini Fadril, D. (2023). Study of Release Time 25 NM Runway 34 At Airnav Palangka Raya Branch. Airman: Jurnal Teknik Dan Keselamatan Transportasi, 6(2), 153–164. https://doi.org/10.46509/ajtk.v6i2.363

Artikel Serupa

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.